Kamis, 17 Desember 2009

MENGATASI EROR PADA PRINTER CANON MP 145



Ketika saya mulai membeli Canon MP 145, yang pertama timbul adalah perasaan was-was. Apalagi setelah membaca sejumlah artikel di internet yang mayoritas lebih bicara keluh kesah, dari pada keunggulan printer itu sendiri.
Yang pertama saya lakukan ketika akan menggunakan printer canon MP 145, adalah menginfusnya. Ketika pertama memulai untuk mencetak photo, hasilnya cukup menyenangkan. Persoalan muncul ketika tiba-tiba muncul E6, catrieg habis…. Habis? Rasanya tak mungkin, bukankah printer sudah menggunakan infus?

Sebagai wanita, tentu saja hal ini membuat saya pusing. Tapi saya tidak pernah membiarkan pusing saya menjadi 7 keliling. Saya cari tahu di internet. Tak ada petunjuk yang jelas, tapi saya berusaha menterjemahkan dan menguji cobanya sendiri. Setelah sekian kali, akhirnya pusing saya lenyap berganti dengan kegembiraan, karena catrieg kembali terbaca. Begitu pun ketika muncul E5, yang menandakan catrieg hitam habis, saya tak pusing lagi.
Berikut langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi E6 atau E5:
“Lakukan perintah mengeprint seperti biasanya, ketika muncul E5/E6, pijit reset jangan dilepas, hingga lampu led tampak mulai mereset, dan printer mulai mengeprint kembali. Jika hal di atas tidak berhasil, lakukan langkah berikut:
1. Matikan printer.
2. Pijit stop/reset, jangan lepas, lalu pijit tombol on/off , jangan dilepas.
3. Pijit color (untuk E6) dan pijit black (untuk E5), lepas tombol on/of, pada posisi tombol stop/reset masih belum dilepas, hingga lampu led mulai bergerak dan kembali ke angka 1.
4. Lakukan perintah mengeprint, biasanya E5/E6 akan muncul kembali. Pijit stop/reset untuk memaksa tetap mengeprint, hingga lampu led kembali ke angka 0, dan catrieg selesai direset.

Tampaknya masalah dengan Canon MP 145 ini masih belum selesai, setelah mengeprint kurang lebih entah berapa rim kertas…. Muncul E8/E27, yang berarti “waste ink full”….. Kepala saya berputar lagi. Diantara bingung dan pusing saya pun lagi-lagi tak membiarkan pusing saya menjadi 7 keliling. Saya langsung cari tahu di internet. Semua petunjuk dijalanin, tak satu pun memberi jawaban.
Setelah nyaris setengah hari, dengan kebingungan, tapi semangat saya tak pernah kendor untuk mencari solusi. Akhirnya saya istirahat sambil menenangkan dulu pikiran saya. Setelah minum dulu the hangat, saya kembali menghampiri printer untuk mencoba mereset sendiri, hingga akhirnya printer kembali berfungsi.
Berikut langkah-langkah mengatasi E8/E27, sebelumnya tarik napass dengan tenang, dan ikuti petunjuk dengan teliti.Pada saat memulai komputer tidak usah dinyalakan. Lakukan langkah-langkah berikut:
1. Matikan printer, pastikan kabel power sudah dilepas.

2. Dalam keadaan printer tanpa arus listerik, pastikan kedua jari anda menekan dua tombol bersamaan pada tombol on/off dan tombol stop/reset.

3. Sambungkan arus listerik saat kedua jari anda masih menekan dua tombol di atas.

4. Ketika anda mulai merasakan tombol on/off nyala, anda tetap pada posisi menekan tombol on/off dan jangan sekali-kali melepasnya, atau mengurangi tekanannya, lantas ikuti langkah berikut dengan tanpa melepas tombol on/off.

5. Lepaskan tekanan jari pada tombol reset. Lalu perhatikan apakah lampu alarm yang berwarna orange sudah menyala?

6. Jika tidak ulangi langkah dari awal. Jika sudah menyala, maka pijit kembali tombol reset/stop dengan tanpa melepas atau mengurangi tekanan jari anda yang masih menekan tombol on/off.
7. Perhatikan pada saat anda menekan kembali tombol reset/stop, lampu alarm akan padam.
8. Lalu pijit kembali tombol stop reset masih pada posisi jari bertahan menekan tombol on/off.

9. Perhatikan lampu alarm akan berwarna orange. Saat ini anda bisa melepas tombol reset duluan, Lalu dikuti melepas tombol on/off, sehingga pada lampu led akan E27 telah menghilang dan berubah menjadi angka 0. Ini masih awal dan bukan berarti printer anda bisa dipergunakan.

10. Sejenak anda bisa menarik napas terlebih dahulu dari ketegangan. Kemudian lanjutkan langkah berikut.

11. Masih pada posisi lampu led menunjuk angka 0, pijit tombol stop/reset dengan tanpa dilepas, pijit tombol on/off, hingga printer pada posisi off, jari anda masih menekan tombol stop/reset dan tidak mengurangi tekanan. Kemudian pijit on/off hingga printer menyala dengan tanpa melepas tombol stop/reset.

12. Pastikan posisi jari untuk bertahan beberapa saat menekan tombol on/off tanpa melepas, lalu lepas tombol stop/reset. Perhatikan apakah lampu alarm warna orange menyala? Jika tidak, berarti anda harus mengulang dari langkah pertama di atas. Jika menyala, lanjutkan pada langkah berikutnya.
13. Pijit tombol stop/reset, dan lampu alarm tak lagi menyala. Lepaskan jari pada tombol on/off. Perhatikan, lampu led menunjukkan angka 0. Anda bisa melepasnya untuk beberapa saat.
14. Anda sampai sudah menyelesaikan 2 tahap, tapi printer belum bisa dipergunakan, sebelum anda mengikuti langkah berikut.

15. Pada posisi angka 0 tersebut, pijit stop/reset cukup 1 kali saja dan tak perlu menekan terlalu lama (kali ini jangan menekan tombol on/off sama sekali). Perhatikan lampu alarm, pada pijitan pertama lampu tersbut menyala orange.

16. Kemudian pijit stop reset lagi. Lampu alarm mati bergantian yang menyala adalah lampu pada plain paper dan berwarna kuning kehijauan.

17. Kemudian pijit kembali stop/reset, lampu alarm akan menyala kembali dan lampu pada plain paper akan mati.
18. Pijit lagi lampu stop/reset, lampu plain paper mati dan lampu alarm mati.
19. Kemudian cabut kabel power, sebagai langkah pamungkas.
20. Nyalakan printer, printer anda akan kembali mengeprint!


E2= tak ada kertas:
Matikan printer, lalu hidupkan kembali. Atau tekan collor. Jika masih timbul E2 buka dan periksa kondisi catrieg, mungkin ada sesuatu yang mengganjal seperti selang infus yang terkait atau ada kotoran pada penggulung kertas.

1 komentar:

  1. Wow, mantabs,
    cara ini kayaknya yang paling ampuh.
    Than you sist.
    :)

    BalasHapus